10/10/2007
9/26/2007
Mencari Seribu Bulan
1.
tinggal bercak lama
pada wajah
ketika sujud menjelma
serata tanah
2.
bagaimana lumpur tanah
bisa mencapai bulan
pemilik sempurna wajah?
maka wajah ini
hanya merasakan lumpur
saat air dan sujud diri
bercampur
3.
mencari seribu bulan
barangkali hanya satu
antara tanah dan wajahku
maka lumpur ditelan rindu
dalam sesak rongga dadaku
seperti bertahun-tahun lalu kau sapa aku
di tengah beranda rumahmu
seperti berabad-abad lalu kau usir aku
di tengah limpahan cintamu
mencari seribu bulan:
barangkali bukan seribu
barangkali hanya satu
antara tanah, wajahku, dan cintamu
Ramadhan 1428 H
Posted by artja at 13:27 2 comments
Labels: puisi
9/04/2007
Marhaban Ramadhan
Kesibukan menjelang bulan Ramadhan selalu mengasyikkan. Yang paling dekat, tentu saja mempersiapkan tahrib. Membuat acara untuk ikut mengingatkan teman-teman dan tetangga, bahwa Ramadhan ini bisa menjadi momen yang bagus untuk memperbaiki diri. Memang, upaya memperbaiki diri harus selalu dilakukan sepanajang usia, kapan saja. Tapi hal itu akan berbeda dan menjadi lebih mudah jika dilakukan bersama-sama. Untuk tahrib (penyambutan) biasanya siy, diadakan pawai keliling lingkungan tempat tinggal sambil membagi-bagikan jadwal imsakiyah (jadwal waktu shalat).
Demikian juga di rumah kami. Aku dan istriku juga sudah bersiap-siap menyambut bulan suci ini. Segala keperluan yang biasa dilakukan orang-orang menjelang lebaran, sengaja kami lakukan sebelum bulan puasa tiba. Supaya di bulan suci, kami benar-benar bisa berkonsentrasi ibadah. Tak lagi dipusingkan untuk membeli ini-itu, seperti yang biasa dilakukan orang kebanyakan. Maka sebelum bulan Ramadhan tiba, semua hadiah buat kerabat dan sanak famili sudah kami beli. Kegiatan yang tersisa tinggallah kegiatan amal jama'i dan berkaitan dengan ibadah, seperti membuat hidangan buka puasa bagi orang-orang kurang mampu, acara buka puasa bersama anak yatim, dan kegiatan jamaah lainnya. Nggak ada lagi kegiatan beli selusin baju atau sarung di tanah abang.
Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan.
Posted by artja at 11:55 1 comments
Labels: Rupa-rupa
8/22/2007
Selera Berbeda
Manusia menikah dan berkeluarga karena punya kesamaan? Nggak juga, ternyata. Buktinya banyak perbedaan antara saya dan isteri. Contohnya dalam hal selera musik.
Isteri saya:
- Alanis Alanis Morissette
- The Beatles
- Paul Mc Cartney
- Iwan Fals
- Lagu-lagu lain dengan aliran pop dan easy listening
- Robbani
Saya:
- Janis Joplin (bukan euis darliah, ya!)
- Dream Theater, Genesis, The Rolling Stones (mungkin karena bibir saya mirip mick jagger).
- Iwan Fals
- Lagu-lagu lain dengan aliran classic rock atau progressive rock.
- Shotul Harokah
Nah, ternyata nggak sama, 'kan? Cuma Iwan Fals aja yang sama. Tapi, memang saya menikahi isteri karena dia berbeda dengan saya. Kalau sama, wah...jeruk maem jeruk, dunk? Huehehe...
Posted by artja at 16:51 4 comments
8/14/2007
The Lake House
Meski istriku sudah berkali-kali menonton, aku belum pernah sekalipun menyaksikan The Lake House yang dibintangi Sandra Bullock dan Keanu Reeves. Maka dia senang sekali saat sabtu kemarin, aku memintanya memutar film itu dan menonton berdua saja.
Beberapa penggalan dialog terucap dari bibir istriku. Hm... berapa kali nonton sampe hafal gitu? Tapi dia cuek dan tetap asyik menonton. Beberapa kali pancinganku untuk bercerita selalu dijawabnya dengan ringan, "Liat sendiri aja, ntar nggak asyik kalau diceritain."
Setelah film itu selesai, aku malah penasaran dengan Lagu Tema film ini (teksnya ada di bawah). Ringan saja, tapi kayaknya memang asyik mengkhayal seperti yang terjadi di film itu.
Setelah seorang teman dengan baik hati mau sharing lagu itu via blognya, lagu itupun terpasang di HPnya. Sengaja aku nggak bilang-bilang kalau sudah mengcopykannya ke HP. Maka tadi malam, ketika lagu itu diputar di HPnya, dia kaget dan langsung memelukku. (*asyiiik*). Tapi lagunya pendek, nggak sampe empat menit. Maka lagu itu diputar ulang sampai beberapa kali.
Kemudian, dia malah berdiri dan memelukku. Mengajak dansa seperti salah satu adegan di film, ketika Keanu dan Sandra berdansa dengan suara latar berupa lagu dari album Paul di tahun 2005 itu. Aku sih seneng aja diajak dansa, walaupun baru aja pulang kerja dan masih gerah karena belum mandi. Tapi, kok matamu terpejam, Say? Jangan-jangan lagi mengkhayalkan Keanu Reeves dan pura-pura lupa bahwa yang memelukmu adalah suamimu? (*agak-agak curiga, sampe merenggangkan dekapan*). Ah, cuek aja, ah. Toh dia juga nggak tahu apakah aku menyadari sepenuhnya kalau sedang memeluk dia ataukah sedang mengkhayalkan Keanu juga. (LHO....!?)
PAUL Mc CARTNEY:
This Never Happened Before
I'm very sure, this never happened to me before
I met you and now I'm sure
This never happened before
Now I see, this is the way it's supposed to be
I met you and now I see
This is the way it should be
This is the way it should be, for lovers
They shouldn't go it alone
It's not so good when your on your own
So come to me, now we can be what we want to be
I love you and now I see
This is the way it should be
This is the way it should be
This is the way it should be, for lovers
They shouldn't go it alone
It's not so good when your on your own
I'm very sure, this never happened to me before
I met you and now I'm sure
This never happened before (This never happened before)
This never happened before (This never happened before)
This never happened before (This never happened before)
This never happened before
Posted by artja at 11:57 5 comments
Labels: Belajar Menjadi Suami
